Mukhoyyam Tarbawi, selanjutnya disingkat MT V merupakan salah satu kegiatan inti pesantren yang bertujuan menumbuhkan karakter santri AL BINAA yang mandiri, disiplin, dan berkepribadian Islami. Mukhoyyam Tarbawi juga merupakan salah satu media pendukung tercapainya visi dan misi AL BINAA dalam membina ilmu, iman, dan akhlak, sehingga segala kegiatan yang dirancang dalam Mukhoyyam Tarbawy beorientasi kepada hal yang telah menjadi komitmen AL BINAA tersebut.Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh santri kelas IX di akhir semester ganjil.
Mukhoyyam Tarbawy dari tahun ke tahun mengalami penajaman paradigma. Pada Mukhoyyam Tarbawy V ini, perlu adanya suatu perubahan dan pembaruan paradigma, di antaranya mukhoyyam kali ini menjadi even yang menyadarkan mereka akan arti kebersamaan, rasa sepenanggungan, perjuangan dakwah, yang diaplikasikan pada kegiatan “Kafilah Dakwah”, yang kesemuanya akan bermuara kecintaan pada Islam.
Pada kegiatan Mukhayyam Tarbawi kali ini AL BINAA memberangkatkan Peserta MT V dengan total peserta sebanyak 135 santri dengan Panitia sebanyak 37 orang yang terdiri dari Ustadz dan Karyawan AL BINAA. Dua santri tidak bisa mengikuti kegiatan karena kondisi kesehatan. Peserta terbagi menjadi dua belas kelompok dengan satu DANRU (Komandan Regu) di setiap kelompok. Mukhoyyam Tarbawi dikomandani oleh seorang DANTIM (Komandan Tim), ditunjuk secara aklamasi oleh panitia karena jiwa kepemimpinan, kesolehan, dan ketegasannya. Di tangannyalah Panji Mukhoyym Tarbawi berada. Kegiatan ini bertempat di dua lokasi yakni Camping Ground dan Situ Cibeureum, Garut, sebuah lokasi yang cukup representatif untuk acara pengemblengan mental dan fisik. Kegiatan Mukhoyyam Tarbawi V ini berlangsung selama 5 hari.
Upacara Pembukaan secara resmi oleh Pimpinan Pesantren, Ust. Aslam Muhsin, dimulai pukul 14.00 WIB. Selain diikuti oleh Peserta Mukhoyyam Tarbawi V, Panitia Mukhoyyam Tarbawi V, acara ini juga dihadiri oleh seluruh Majelis Ma’had AL BINAA Islamic Boarding School. Materi Tausiyah yang disampaikan oleh Ust. Aslam adalah motivasi untuk mengikuti Mukhoyyam Tarbawi V dengan semangat dan disiplin.
Kegiatan inti Mukhoyyam Tarbawi di antaranya, yaitu:
Perjalanan Melintasi Hutan. Didampingi oleh seorang Ustadz di setiap kelompok, perjalanan ini menempuh jarak ± 2 km. Mereka melintasi hutan yang penuh dengan rintangan dengan beban bawaan di pundak masing-masing. Para peserta diuji ketahanan, kesabaran, kerja sama kelompok, saling menanggung, kebersamaan tim dan ukhuwah di antara anggota kelompok mereka. Mendaki, menuruni lembah, menyebrang sungai, yang penuh semak dan duri merupakan hal yang tidak harus tidak, mesti dilewati untuk mencapai tempat perkemahan dengan anggota kelompok yang utuh.
Lomba Bagun, Bongkar, Gulung Tenda. Lomba antara kelompok dengan jumlah setiap peserta tiap kelompok 5 orang untuk mendirikan tenda pleton ini dikomandani oleh Ust. Usep, panitia lokal (panlok) sebagai dewan juri, Ust. Yudi Firmansyah sebagai pencatat waktu, dan Ust. Wahono sebagai pencatat hasil. Aspek yang dinilai dalam lomba ini adalah kecepatan, kerjasama tim, kekokohan tenda, dan kerapian. Acara yang pertama kali tercetus ini cukup kompetitif dengan adanya suporter dari Sudan, Shekh Abdulloh Sabaq.
Lomba Memasak. Lomba ini dikoordinir oleh Ust. Achwan. Beliau mencetuskan aspek penilaian dengan istilah 3 R, ROSO, RUPO, REGO (rasa, rupa, dan harga). Di saat penyajian hasil masakan, para juri yakni Pak Miyarso dan Ust. Indra sangat terkesan dengan penyajian (rupo) dari setiap masakan, hmmm cukup memikat dan mengundang selera. Tapi bagaimana dengan rasa? Jangan ditanya, bisa ditebak. Yang menjadi masalah adalah aspek rego. Harga (Rego) sebagian besar masakan sama, karena dari bahan olahan yang sama.
Perjalanan Malam. Perjalanan malam ini harus dilakukan oleh setiap peserta secara berkelompok dengan jeda waktu 10 menit. Masing-masing kelompok hanya diperbolehkan membawa 1 senter kecil yang dipegang oleh DANRU (Komandan Regu). Dengan penerangan yang minimal, kondisi yang sangat gelap dan alam yang masih asing membuat kegiatan ini cukup menantang. Ada sebagian kelompok bergandengan satu sama lain yang kemungkinan agar selamat utuh sampai di akhir perjalanan. Dan yang tidak kalah serunya, Ada kelompok yang melantunkan do’a do’a dan wirid di sepanjang perjalanan. Di Perjalanan Malam ini, Peserta MT V yang terdiri dari 12 kelompok melewati 3 pos. Masing-masing pos memiliki materi yang akan diberikan kepada peserta MT V. Pos I, yang ditangani oleh Ust. Indra dan Ust. Achwan adalah pos MT V, penajaman visi, misi MT V. Pos II, yang ditangani oleh Ust. Yudi Firmansyah adalah Pos UN, pemberiaan motivasi persiapan UN. Pos III, yang ditangani oleh Ust. Misbah dan anggota musrif asrama AL BINAA adalah Pos Keasramaan. Selain itu, ada juga pos bayangan yang berada di antara pos-pos utama. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keberanian, kebersamaan dan keimanan.
Kafilah Da’wah. Terdiri dari 2 orang perwakilan masing-masing kelompok sehingga berjumlah 24 orang, para peserta terjun ke medan dakwah untuk menyampaikan materi dauroh. Mereka ditempatkan di 4 lokasi yang berbeda, para juru dakwah ini mengisi dauroh di wilayah sekitar perkemahan dari pukul 07.00 – 12 00 WIB dengan materi Adab Tholabul Ilmi, Birrul Walidain, Tafsir Al-Fatihah, dan Ancaman Bagi Generasi Muda. Acara yang bekerja sama dengan Pimpinan Persis Cabang Pasir Wangi, Kabupaten Garut ini berjalan dengan lancar dan diikuti oleh para peserta dengan cukup antusias. Total peserta yang hadir kurang lebih 200 anak yang berasal dari SD – SMA binaan Ormas Persis Cabang Pasir Wangi. Acara yang didukung oleh Yayasan As- Sofwa dan El-Data ini dapat memberikan hadiah buku-buku kepada para peserta yang bisa menjawab pertanyaan dan kenang-kenangan kepada pihak Takmir Masjid dan Sekolah tempat dauroh. Jazakumulloh kepada Yayasan As-Sofwa dan El-Data atas bantuan buku-bukunya, semoga menjadi amal jariyah.
Evaluasi Malam. Kegiatan rutin jelang tidur adalah kegiatan yang sangat urgent untuk mengontrol dan memberikan gemblengan mental dan punishment atas pelanggaran yang terjadi di siang hari. Acara yang dimotori oleh Ust. Indra, Ust. Adam, Ust Yudi, dan Ust. Dadan ini cukup menguras tenaga dan dibutuhkan keterampilan dalam menginterogasi peserta sehingga benar-benar menyadari kesalahannya. Kerja keras yang dilakukan oleh para Ustadz ini akhirnya tidak sia-sia. Evaluasi malam terakhir yang merupakan klimaks sekaligus ending MT V ini Alhamdulillah dapat membuahkan hasil. Interogasi, punishment, dan nasihat berhasil mendobrak hati karang peserta MT V. Kegiatan ini cukup meninggalkan kesan yang mendalam bagi seluruh peserta MT V akan arti sebuah kedisiplinan, kepatuhan kepada aturan serta konsekwensi dari pelanggaran. Dengan kesungguhan dan keikhlasan panitia, kegiatan evaluasi ini dapat menyentuh relung hati setiap peserta MT V, sehingga mereka sadar dengan kesadaran yang penuh akan nilai-nilai yang terkandung di setiap kegiatan di Mukhoyyam Tarbawi ini. Hal ini dapat terbaca dari kehadiran Para peserta di sholat subuh berjama’ah tanpa satu pesertapun yang terlambat (masbuq) walaupun mereka tidur malam mulai pukul 01.00 WIB. Jazakumullohu khoir yaa asatidzah atas kerja kerasnya. Semoga dinilai ibadah di sisi Alloh. Swt. Amiiin.
Selain kegiatan inti, MT V ini memiliki kegiatan pendukung dan latihan pembiasaan yang bersifat refreshing dan edukatif. Senam Pagi, Kultum oleh Peserta MT V, Permainan Lempar Tali, Out Bond, Game Man Ana Man Anta, Apel Pagi, Bimbingan Motivasi oleh Ustadz Pembibing merupakan kegiatan pendukung untuk mencapai target Mukhoyyam Tarbawi V. Adab-adab safar seperti, doa sebelum safar, doa memasuki perkampungan, sholat jama’ dan qoshor, mengusap khuf juga dilatihkan dan dibiasakan di Mukhoyyam Tarbawi V ini.
Walhamdulillah kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala, Mukhoyyam Tarbawi V ini dapat berjalan baik dan lancar sesuai dengan rencana ynag telah dirancang. Hanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala kami bermohon semoga MT V memberikan perubahan kepada santri-santri kita sebagai peserta agar semakin lebih dekat kecintaanya kepada Rabb-Nya dan semoga rekan-rekan Ustadz seperjuangan diberikan keikhlasan, kesabaran dan keimanan dalam membimbing santri sehingga menjadi buah amal kebajikan di akhirat kelak yang lebih baik dari urusan dunia dan seisinya. Amin.
(Ditulis Oleh Ustadz. Indra Gunawan, S.Pd, Ketua Panitia MT 5 )